3.700 Tahun Lalu, Orang Mediterania Kuno Nikmati Rempah Dari Asia

Fenomena - Orang yang tinggal di Mediterania mungkin telah mencicipi berbagai makanan yang tumbuh di Asia sejak ribuan tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sumber makanan seperti wijen,kedelai, kunyit, dan juga pisang setidaknya dinikmati orang-orang Mediterania 3.700 tahun yang lalu.

Seperti dikutip dari Smithsonian, Minggu (27/12/2020) hasil tersebut didapat setelah peneliti menganalisis fosil plak gigi serta merekonstruksi kebiasaan makan dari 16 orang Mediterania kuno yang hidup di Zaman Perunggu dan Zaman Besi Awal di Southern Levant.

Baca juga: Menilik Pentingnya Jalur Rempah Indonesia dan Interaksi Budaya Dunia

Kalkulus gigi atau juga dikenal sebagai karang gigi merupakan bentuk plak gigi yang mengalami kalsifikasi. Itu pernah dianggap sampah dalam penggalian arkeologi.

Tapi siapa sangka benda itu ternyata berguna dan mengandung jejak DNA hewan dan mikrofosil sehingga peneliti bisa mencocokan tanaman tertentu yang dimakan oleh orang-orang Mediterania.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti akhirnya menyimpulan bahwa makanan orang Mediterania kuno itu jauh lebih beragam daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Kita perlu menyingkirkan asumsi bahwa orang di masa lalu hanya makan apa yang tumbuh di lingkungan terdekat mereka," kata Philipp Stockhammer, profesor di Institut Max Planck.

Menurutnya, sejak awal manusia tertarik pada rasa yang berbeda, makanan eksotis, dan berusaha keras untuk mendapatkan akses ke berbagai makanan.

Dan benar saja, peneliti menemukan jejak makanan pokok yang ditanam secara lokal seperti kurma dan gandum. Namun peneliti rupanya juga menemukan wijen, kunyit, kedelai, dan pisang dalam analisis plak orang Mediterania.

Penelitian ini menambah bukti arkeologis dan tekstual bahwa makanan adalah bagian penting dari sistem impor global untuk orang-orang Mediterania selatan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa masyarakat kuno Mediterania Timur dan Asia Selatan telah terlibat dalam perdagangan dan komunikasi selama milenium kedua Sebelum Masehi," ungkap Christina Warriner, peneliti lain yang terlibat dalam studi ini.

Temuan ini menjadi hal yang menarik karena mengungkapkan pula bahwa rempah-rempah kemungkinan besar merupakan bawang paling awal yang diperdagangkan dalam jarak jauh.

Sayangnya selama ini, rempah-rempah termasuk makanan yang paling sulit diidentifikasi secara arkeologis.

Jejak-jejak masa lalu itu pun juga masih terbawa hingga sekarang. Saat ini masakan Levantine memiliki campuran rempah-rempah seperti kunyit dan juga wijen. [Source:Kompas]