Jauh Dari Perkiraan, Ternyata Ada Lebih Dari 100.000 Kawah Di Bulan

Fenomena - Bulan ternyata memiliki kawah lebih banyak daripada yang kita duga sebelumnya. Para ilmuwan menyebut bahwa mereka menemukan lebih dari 100.000 kawah baru di permukaan Bulan.

Seperti dikutip dari Space.com, Sabtu (26/12/2020), kecerdasan buatan (AI) membaca data yang dimuat pengorbit Bulan milik China.

Dari data tersebut, ahli memetakan lebih dari 100 ribu kawah tersebar di daerah garis lintang bawah dan tengah Bulan.

"Ini adalah basis data kawah Bulan terbesar dengan ekstraksi otomatis di daerah garis lintang bawah dan tengah Bulan," ungkap Chen Yang, penulis utama studi sekaligus profesor ilmu Bumi di Universitas Jilin di China.

Kawah yang terdapat di Bulan terbentuk ketika meteorit dan asteroid menghantam permukaan Bulan.

Dengan kata lain, kawah-kawah itu ibarat fosil yang mencatat sejarah dan dapat mengungkapkan berbagai hal mengenai tata surya.

Namun ukuran dan bentuk ratusan ribu kawah itu sangat bervariasi. Kawah juga bisa tumpang tindih dan terkikis seiring waktu.

Hal ini membuat identifikasi serta penanggalan usia kawah menjadi sangat sulit dan memakan waktu. Selain itu juga prosesnya subjektif sehingga menyebabkan inkonsistensi di antara database yang ada.

Dengan tantangan tersebut, peneliti akhirnya menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan studi terhadap kawah di Bulan.

Peneliti menggunakan data dari ribuan kawah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari pengorbit bulan Chang`e 1 dan Chang`e 2 dan memprogram AI untuk menemukan yang baru.

Hasilnya peneliti berhasil mengungkapkan sebanyak 109.956 kawah tambahan di permukaan Bulan. Sejumlah besar kawah yang diidentifikasi dalam penelitian ini diklasifikasikan ukuran kecil hingga sedang dengan rentang diameter dari 1 hingga 100 km.

Program AI juga menemukan kawah dengan ukuran yang jauh lebih besar, berbentuk tidak teratur dan telah terkikis. Beberapa di antaranya berdiameter 550 km.

Algoritma juga mampu memperkirakan kapan 19.000 kawah terbentuk berdasarkan fitur, seperti ukuran daan kedalaman.

Selanjutnya AI juga membagi masing-masing kawah ke periode waktu geologi. Kawah-kawah ini terbagi dalam lima periode geologi bulan, beberapa berasal dari sekitar 4 miliar tahun.

Lebih lanjut, tim peneliti berharap dapat meningkatkan temuan mereka dengan data yang diperoleh dari Chang`e 5. Peneliti juga berharap dapat mengadaptasi dan menerapkan pendekatan serupa untuk mempelajari benda lain di tata surya, termasuk planet Mars.

Temuan dipublikasikan di jurnal Nature Communications. [Source:Kompas]