Usai Bunuh Mangsa, Serangga Ini Gunakan Korbannya Untuk Aksesoris

Oh Begitu - Dunia satwa menyimpan berbagai kejutan yang luar biasa. Salah satunya adalah serangga ini.

Serangga pembunuh atau Acanthaspis petax ini punya strategi kamuflase yang cukup mengerikan.

Acanthaspis petax diketahui menggunakan mangsa-mangsanya sebagai aksesoris untuk mengelabui predator.

Seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (25/12/2020) nama serangga pembunuh sendiri didapatnya karena teknik berburu yang mematikan.

Acanthaspis petax menggunakan belalai panjang untuk menembus mangsanya yang kebanyakan semut, menyuntik air liur bercampur dengan enzim yang melumpuhkan.

Serangga kemudian menghisap isi mangsanya hingga yang tersisa adalah kerangka yang berlubang.

Namun ternyata tak cukup itu saja. Usai membunuh mangsanya, Acanthaspis petax kemudian mengubah tubuh-tubuh korbannya sebagai aksesoris.

Mayat korban dikumpulkan menjadi gumpalan yang disatukannya dengan air liur kental. Gumpalan terkadang lebih besar dari ukuran serangga Acanthaspis petax itu sendiri.

Saking besarnya, serangga pembunuh bahkan terlihat mampu berjalan-jalan dengan sebanyak 20 semut mati yang menempel di punggungnya.

Perilaku aneh dan mengerikan ini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan ilmuwan. Ada beberapa teori yang menyebut, jika mayat-mayat semut itu bisa menjadi alat pertahanan yang efektif. Baik sebagai penyamaran visual atau penciuman dari predator.

Hal tersebut kemudian diperkuat dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2007. Peneliti melakukan percobaan untuk menguji keefektifan membawa mayat semut.

Menurut peneliti, semut-semut bertindak sebagai topeng untuk mengaburkan bentuk tubuh serangga pembunuh dari ancaman laba-laba pelompat, predator yang mengancam serangga pembunuh.

Saat serangga pembunuh ditutupi semut-semut, maka ancaman diserang lebih minim dibandingkan dengan yang sama sekali tak ditutupi semut.

Lantas mengapa serangga pembunuh hanya meletakkan semut di punggungnya? Menurut peneliti, secara alami laba-laba pelompat memiliki keengganan terhadap semut.

Sungguh penuh kejutan! [Source:Kompas]